9 Penemuan Muslim yang Menggoncang Dunia

Kehidupan modern tak lepas dari penemuan-penemuan ilmuwan muslim. Proyek 1001 kembali mengingatkan sejarah 1000 tahun warisan muslim yang terlupakan. “Ada sebuah lubang dalam ilmu pengetahuan manusia, melompat dari zaman Renaisans langsung kepada Yunani,”

Download Al - Qur'an Mp3

Agar kita dapat mendengar lantuanan Al-Qur'an setiap saat. Kita bisa download Al-Qur'an mp3 di bawah ini. File tersebut dapat kita putar di komputer, notebook, handphone, dan gadget lainnya.

Mengembalikan "Fitrah" Peran Perempuan

Melihat wanita menjadi sopir kendaraan umum busway misalnya, bukanlah pemandangan yang aneh. Jangan heran juga jika ada ibu-ibu mengayuh becak di sekitar anda. Pekerjaan-pekerjaan berat (baca: pekerjaan lelaki) tersebut tidak canggung dilakoni oleh wanita saat ini.

Nikmat Yang Terlupakan

Allah Ta’ala telah menciptakan manusia dan memberikan kenikmatan yang tidak terhingga. Manusia tidak akan mampu menghitungnya.

Khalid bin Walid radhiallahu 'anhu

ORANG seperti dia, tidak dapat tanpa diketahui dibiarkan begitu saja. Dia harus diincar sebagai calon pemimpin Islam. Jika dia menggabungkan diri dengan kaum Muslimin dalam peperangan melawan orang-orang kafir, kita harus mengangkatnya kedalam golongan pemimpin" demikian keterangan Nabi ketika berbicara tentang Khalid sebelum calon pahlawan ini masuk Islam.

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّØ­ْÙ…َÙ†ِ اارَّØ­ِيم

Wednesday, September 21, 2011

Download AL-QUR'AN AUDIO MP3 Oleh as-Sudais


Agar kita dapat mendengar lantuanan Al-Qur'an setiap saat. Kita bisa download Al-Qur'an mp3 di bawah ini. File tersebut dapat kita putar di komputer, notebook, handphone, dan gadget lainnya.

Cara download: Klik pada nama surat yang diinginkan
  Name   Size
  001_AlFatiha.mp3 300.48 KB
  002_AlBaqarah.mp3 36.98 MB
  003_AalImran.mp3 24.67 MB
  004_AnNisa.mp3 26.51 MB
  005_AlMaida.mp3 19.66 MB
  006_AlAnaam.mp3 20.93 MB
  007_AlAaraf.mp3 24.43 MB
  008_AlAnfaal.mp3 9.18 MB
  009_AtTauba.mp3 18.03 MB
  010_Younus.mp3 13.10 MB
  011_Houd.mp3 13.77 MB
  012_Yousef.mp3 11.60 MB
  013_ArRaad.mp3 6.80 MB
  014_Ibrahim.mp3 6.01 MB
  015_AlHijr.mp3 4.55 MB
  016_AnNahal.mp3 13.22 MB
  017_AlIsra.mp3 11.79 MB
  018_AlKahf.mp3 10.39 MB
  019_Maryam.mp3 6.99 MB
  020_Taaha.mp3 8.61 MB
  021_AlAnbia.mp3 8.44 MB
  022_AlHajj.mp3 9.55 MB
  023_AlMominoon.mp3 7.39 MB
  024_AnNoor.mp3 10.04 MB
  025_AlFurqan.mp3 6.26 MB
  026_AshShuara.mp3 9.70 MB
  027_AnNamal.mp3 7.85 MB
  028_AlQasas.mp3 10.50 MB
  029_AlAnkaboot.mp3 6.50 MB
  030_ArRoom.mp3 6.18 MB
  031_Luqman.mp3 3.97 MB
  032_AsSajda.mp3 2.35 MB
  033_AlAhzab.mp3 10.10 MB
  034_Saba.mp3 5.98 MB
  035_Faatir.mp3 5.05 MB
  036_Yaseen.mp3 6.08 MB
  037_AsSaffat.mp3 6.57 MB
  038_Suad.mp3 5.44 MB
  039_AzZumur.mp3 8.58 MB
  040_AlMomin.mp3 8.04 MB
  041_HaMimSajda.mp3 6.30 MB
  042_AshShura.mp3 5.62 MB
  043_AzZukhruf.mp3 6.61 MB
  044_AdDukhan.mp3 2.97 MB
  045_AlJasia.mp3 3.49 MB
  046_AlAhqaf.mp3 3.89 MB
  047_Muhammad.mp3 3.60 MB
  048_AlFath.mp3 4.41 MB
  049_AlHujrat.mp3 2.85 MB
  050_Qaaf.mp3 3.37 MB
  051_AzZariat.mp3 2.40 MB
  052_AtToor.mp3 2.06 MB
  053_AnNajm.mp3 2.87 MB
  054_AlQamar.mp3 2.95 MB
  055_ArRahman.mp3 4.04 MB
  056_AlWaqiah.mp3 3.13 MB
  057_AlHadid.mp3 3.80 MB
  058_AlMujadilah.mp3 3.33 MB
  059_Alhashr.mp3 3.59 MB
  060_AlMumtahina.mp3 2.81 MB
  061_AsSaff.mp3 1.78 MB
  062_AlJuma.mp3 1.39 MB
  063_AlMunafiqoon.mp3 1.26 MB
  064_AtTaghabun.mp3 1.57 MB
  065_AtTalaq.mp3 1.87 MB
  066_AtTahrim.mp3 1.73 MB
  067_AlMulk.mp3 2.72 MB
  068_AlQalam.mp3 2.52 MB
  069_AlHaqqa.mp3 2.49 MB
  070_AlMaarij.mp3 1.53 MB
  071_Nooh.mp3 1.53 MB
  072_Aljin.mp3 1.75 MB
  073_AlMuzammil.mp3 1.67 MB
  074_AlMudassir.mp3 1.70 MB
  075_AlQiamah.mp3 1.06 MB
  076_AdDahr.mp3 1.69 MB
  077_AlMursalat.mp3 1.73 MB
  078_AnNaba.mp3 1.64 MB
  079_AnNaziat.mp3 1.44 MB
  080_Abasa.mp3 1.20 MB
  081_AtTakweer.mp3 847.67 KB
  082_AlInfitar.mp3 641.27 KB
  083_AlMutaffifin.mp3 1.37 MB
  084_AlInshiqaq.mp3 884.41 KB
  085_AlBurooj.mp3 910.12 KB
  086_AtTariq.mp3 495.02 KB
  087_AlAala.mp3 528.49 KB
  088_AlGhashia.mp3 627.67 KB
  089_AlFajr.mp3 1.00 MB
  090_AlBalad.mp3 539.51 KB
  091_AshShams.mp3 427.27 KB
  092_AlLail.mp3 514.20 KB
  093_AdDuha.mp3 322.37 KB
  094_Alam Nasyrah (Melapangkan).mp3 204.41 KB
  095_AtTeen.mp3 280.33 KB
  096_AlAlaq.mp3 478.69 KB
  097_AlQadar.mp3 210.94 KB
  098_AlBayyana.mp3 617.06 KB
  099_AlZalzalah.mp3 423.72 KB
  100_AlAdiat.mp3 472.16 KB
  101_AlQaria.mp3 427.27 KB
  102_AtTakasur.mp3 348.90 KB
  103_AlAsr.mp3 217.67 KB
  104_AlHumazah.mp3 342.78 KB
  105_AlFeel.mp3 292.16 KB
  106_Quresh.mp3 254.20 KB
  107_AlMaoon.mp3 286.04 KB
  108_AlKausar.mp3 151.35 KB
  109_AlKafiroon.mp3 258.69 KB
  110_AnNasr.mp3 244.00 KB
  111_AlLahab.mp3 252.70 KB
  112_AlIkhlas.mp3 152.37 KB
  113_AlFalaq.mp3 219.51 KB
  114_AnNaas.mp3 268.90 KB

Dari blog Khazanah Ilmi

Friday, July 1, 2011

Khalid bin Walid radhiallahu 'anhu

" ORANG seperti dia, tidak dapat tanpa diketahui dibiarkan begitu saja. Dia harus diincar sebagai calon pemimpin Islam. Jika dia menggabungkan diri dengan kaum Muslimin dalam peperangan melawan orang-orang kafir, kita harus mengangkatnya kedalam golongan pemimpin" demikian keterangan Nabi ketika berbicara tentang Khalid sebelum calon pahlawan ini masuk Islam.
Khalid dilahirkan kira-kira 17 tahun sebelum masa pembangunan Islam. Dia anggota suku Bani Makhzum, suatu cabang dari suku Quraisy. Ayahnya bernama Walid dan ibunya Lababah. Khalid termasuk di antara keluarga Nabi yang sangat dekat. Maimunah, bibi dari Khalid, adalah isteri Nabi. Dengan Umar sendiri pun Khalid ada hubungan keluarga, yakni saudara sepupunya. Suatu hari pada masa kanak-kanaknya kedua saudara sepupu ini main adu gulat. Khalid dapat mematahkan kaki Umar. Untunglah dengan melalui suatu perawatan kaki Umar dapat diluruskan kembali dengan baik.
Ayah Khalid yang bernama Walid, adalah salah seorang pemimpin yang paling berkuasa di antara orang-orang Quraisy. Dia sangat kaya. Dia menghormati Ka'bah dengan perasaan yang sangat mendalam. Sekali dua tahun dialah yang menyediakan kain penutup Ka'bah. Pada masa ibadah Haji dia memberi makan dengan cuma-cuma bagi semua orang yang datang berkumpul di Mina.
Ketika orang Quraisy memperbaiki Ka'bah tidak seorang pun yang berani meruntuhkan dinding-dindingnya yang tua itu. Semua orang takut kalau-kalau jatuh dan mati. Melihat suasana begini Walid maju ke depan dengan bersenjatakan sekop sambil berteriak, "Oh, Tuhan jangan marah kepada kami. Kami berniat baik terhadap rumahMu".
Nabi mengharap-harap dengan sepenuh hati, agar Walid masuk Islam. Harapan ini timbul karena Walid seorang kesatria yang berani di mata rakyat. Karena itu dia dikagumi dan dihormati oleh orang banyak. Jika dia telah masuk Islam ratusan orang akan mengikutinya.
Dalam hati kecilnya Walid merasa, bahwa Al Qur-'an itu adalah kalimat-kalimat Allah. Dia pernah mengatakan secara jujur dan terang-terangan, bahwa dia tidak bisa berpisah dari keindahan dan kekuatan ayat-ayat suci itu.
Ucapan yang terus terang ini memberikan harapan bagi Nabi, bahwa Walid akan segera masuk Islam. Tetapi impian dan harapan ini tak pernah menjadi kenyataan. Kebanggaan atas diri sendiri membendung bisikan-bisikan hati nuraninya. Dia takut kehilangan kedudukannya sebagai pemimpin bangsa Quraisy. Kesangsian ini menghalanginya untuk menurutkan rayuan-rayuan hati nuraninya. Sayang sekali orang yang begini baik, akhirnya mati sebagai orang yang bukan Islam.
Suku Bani Makhzum mempunyai tugas-tugas penting. Jika terjadi peperangan, Bani Muhzum lah yang mengurus gudang senjata dan gudang tenaga tempur. Suku inilah yang mengumpulkan kuda dan senjata bagi prajurit-prajurit.
Tidak ada cabang suku Quraisy lain yang bisa lebih dibanggakan seperti Bani Makhzum. Ketika diadakan kepungan maut terhadap orang-orang Islam di lembah Abu Thalib, orang-orang Bani Makhzum lah yang pertama kali mengangkat suaranya menentang pengepungan itu.
Latihan Pertama
Kita tidak banyak mengetahui mengenai Khalid pada masa kanak-kanaknya. Tetapi satu hal kita tahu dengan pasti, ayah Khalid orang berada. Dia mempunyai kebun buah-buahan yang membentang dari kota Mekah sampai ke Thaif. Kekayaan ayahnya ini membuat Khalid bebas dari kewajiban-kewajibannya.
Dia lebih leluasa dan tidak usah belajar berdagang. Dia tidak usah bekerja untuk menambah pencaharian orang tuanya. Kehidupan tanpa suatu ikatan memberi kesempatan kepada Khalid mengikuti kegemarannya. Kegemarannya ialah adu tinju dan berkelahi.
Saat itu pekerjaan dalam seni peperangan dianggap sebagai tanda seorang Satria. Panglima perang berarti pemimpin besar. Kepahlawanan adalah satu hal terhormat di mata rakyat.
Ayah Khalid dan beberapa orang pamannya adalah orang-orang yang terpandang di mata rakyat. Hal ini memberikan dorongan keras kepada Khalid untuk mendapatkan kedudukan terhormat, seperti ayah dan paman-pamanya. Satu-satunya permintaan Khalid ialah agar menjadi orang yang dapat mengatasi teman-temannya di dalam hal adu tenaga. Sebab itulah dia menceburkan dirinya kedalam seni peperangan dan seni bela diri. Malah mempelajari keahlian mengendarai kuda, memainkan pedang dan memanah. Dia juga mencurahkan perhatiannya ke dalam hal memimpin angkatan perang. Bakat-bakatnya yang asli, ditambah dengan latihan yang keras, telah membina Khalid menjadi seorang yang luar biasa. Kemahiran dan keberaniannya mengagumkan setiap orang.
Pandangan yang ditunjukkannya mengenai taktik perang menakjubkan setiap orang. Dengan gamblang orang dapat melihat, bahwa dia akan menjadi ahli dalam seni kemiliteran.
Dari masa kanak-kanaknya dia memberikan harapan untuk menjadi ahli militer yang luar biasa senialnya.
Menentang Islam
Pada masa kanak-kanaknya Khalid telah kelihatan menonjol diantara teman-temannya. Dia telah sanggup merebut tempat istimewa dalam hati rakyat. Lama kelamaan Khalid menanjak menjadi pemimpin suku Quraisy. Pada waktu itu orang-orang Quraisy sedang memusuhi Islam. Mereka sangat anti dan memusuhi agama Islam dan penganut-penganut Islam. Kepercayaan baru itu menjadi bahaya bagi kepercayaan dan adat istiadat orang-orang Quraisy. Orang-orang Quraisy sangat mencintai adat kebiasaannya. Sebab itu mereka mengangkat senjata untuk menggempur orang-orang Islam. Tunas Islam harus dihancurkan sebelum tumbuh berurat berakar. Khalid sebagai pemuda Quraisy yang berani dan bersemangat berdiri digaris paling depan dalam penggempuran terhadap kepercayaan baru ini. Hal ini sudah wajar dan seirama dengan kehendak alam.
Sejak kecil pemuda Khalid bertekad menjadi pahlawan Quraisy. Kesempatan ini diperolehnya dalam pertentangan-pertentangan dengan orang-orang Islam. Untuk membuktikan bakat dan kecakapannya ini, dia harus menonjolkan dirinya dalam segala pertempuran. Dia harus memperlihatkan kepada sukunya kwalitasnya sebagai pekelahi.
Peristiwa Uhud
Kekalahan kaum Quraisy di dalam perang Badar membuat mereka jadi kegila-gilaan, karena penyesalan dan panas hati. Mereka merasa terhina. Rasa sombong dan kebanggaan mereka sebagai suku Quraisy telah meluncur masuk lumpur kehinaan Arang telah tercoreng di muka orang-orang Quraisy. Mereka seolah-olah tidak bisa lagi mengangkat dirinya dari lumpur kehinaan ini. Dengan segera mereka membuat persiapan-persiapan untuk membalas pengalaman pahit yang terjadi di Badar.
Sebagai pemuda Quraisy, Khalid bin Walid pun ikut merasakan pahit getirnya kekalahan itu. Sebab itu dia ingin membalas dendam sukunya dalam peperangan Uhud. Khalid dengan pasukannya bergerak ke Uhud dengan satu tekad menang atau mati. Orang-orang Islam dalam pertempuran Uhud ini mengambil posisi dengan membelakangi bukit Uhud.
Sungguhpun kedudukan pertahanan baik, masih terdapat suatu kekhawatiran. Di bukit Uhud masih ada suatu tanah genting, di mana tentara Quraisy dapat menyerbu masuk pertahanan Islam. Untuk menjaga tanah genting ini, Nabi menempatkan 50 orang pemanah terbaik. Nabi memerintahkan kepada mereka agar bertahan mati-matian. Dalam keadaan bagaimana jua pun jangan sampai meninggalkan pos masing-masing.
Khalid bin Walid memimpin sayap kanan tentara Quraisy empat kali lebih besar jumlahnya dari pasukan Islam. Tetapi mereka jadi ragu-ragu mengingat kekalahan-kekalahan yang telah mereka alami di Badar. Karena kekalahan ini hati mereka menjadi kecil menghadapi keberanian orang-orang Islam.
Sungguh pun begitu pasukan-pasukan Quraisy memulai pertempuran dengan baik. Tetapi setelah orang-orang Islam mulai mendobrak pertahanan mereka, mereka telah gagal untuk mempertahankan tanah yang mereka injak.
Kekuatannya menjadi terpecah-pecah. Mereka lari cerai-berai. Peristiwa Badar berulang kembali di Uhud. Saat-saat kritis sedang mengancam orang-orang Quraisy. Tetapi Khalid bin Walid tidak goncang dan sarafnya tetap membaja. Dia mengumpulkan kembali anak buahnya dan mencari kesempatan baik guna melakukan pukulan yang menentukan.
Melihat orang-orang Quraisy cerai-berai, pemanah-pemanah yang bertugas ditanah genting tidak tahan hati. Pasukan Islam tertarik oleh harta perang, harta yang ada pada mayat-mayat orang-orang Quraisy. Tanpa pikir panjang akan akibatnya, sebagian besar pemanah-pemanah, penjaga tanah genting meninggalkan posnya dan menyerbu kelapangan.
Pertahanan tanah genting menjadi kosong. Khalid bin Walid dengan segera melihat kesempatan baik ini. Dia menyerbu ketanah genting dan mendesak masuk. Beberapa orang pemanah yang masih tinggal dikeroyok bersama-sama. Tanah genting dikuasai oleh pasukan Khalid dan mereka menjadi leluasa untuk menggempur pasukan Islam dari belakang.
Dengan kecepatan yang tak ada taranya Khalid masuk dari garis belakang dan menggempur orang Islam di pusat pertahanannya. Melihat Khalid telah masuk melalui tanah genting, orang-orang Quraisy yang telah lari cerai-berai berkumpul kembali dan mengikuti jejak Khalid menyerbu dari belakang. Pemenang-pemenang antara beberapa menit yang lalu, sekarang telah terkepung lagi dari segenap penjuru, dan situasi mereka menjadi gawat.
Khalid bin Walid telah merobah kemenangan orang Islam di Uhud menjadi suatu kehancuran. Mestinya orang-orang Quraisylah yang kalah dan cerai-berai. Tetapi karena gemilangnya Khalid sebagai ahli siasat perang, kekalahan-kekalahan telah disunglapnya menjadi satu kemenangan. Dia menemukan lobang-lobang kelemahan pertahanan orang Islam.
Hanya pahlawan Khalid lah yang dapat mencari saat-saat kelemahan lawannya. Dan dia pula yang sanggup menarik kembali tentara yang telah cerai-berai dan memaksanya untuk bertempur lagi. Seni perangnya yang luar biasa inilah yang mengungkap kekalahan Uhud menjadi suatu kemenangan bagi orang Quraisy.
Ketika Khalid bin Walid memeluk Islam Rasulullah shallallaahu 'alaihi wasallam sangat bahagia, karena Khalid mempunyai kemampuan berperang yang dapat digunakan untuk membela Islam dan meninggikan kalimatullah dengan perjuangan jihad. Al Bukhari mentakhrij dari Khalid bin al Walid Radhiayallahu Anhu, dia berkata , “Sewaktu perang mu’tah, ada sembilan bilah pedang patah ditanganku, hingga tinggal satu pedang model Yaman yang tersisa. Dalam banyak kesempatan peperangan Islam Khalid bin Walid diangkat menjadi komandan perang dan menunjukan hasil gemilang atas segala upaya jihadnya. Betapapun hebatnya Khalid bin Walid di dalam medan pertempuran, dengan berbagai luka yang menyayat badannya, namun ternyata kematianya di atas ranjang. Betapa menyesalnya Khalid harapan untuk mati sahid di medan perang ternyata tidak tercapai dan Allah menghendakinya mati di atas tempat tidur, sesudah perjuangan membela Islam yang luar biasa itu. Demikianlah kekuasaan Allah. Manusia berasal dari Allah dan akan kembali kepada-Nya sesuai dengan kemauan-Nya.

Saturday, June 25, 2011

Berpikir Strategis

Allah Swt senantiasa memerintahkan manusia untuk menjalankan proses belajar dalam mengarungi kehidupan ini. Seorang muslim hendaknya mampu untuk berpikir strategis agar dapat menjalankan tugas sebagai khalifah di bumi sesuai dengan amanat Allah Azza wa jalla. Untuk itu kita perlu menentukan visi dan misi yang diniatkan dalam hati dan diaplikasikan ke dalam aktivitas sehari – hari dengan berpegang teguh pada Al Qur’an dan Sunatullah serta bercermin pada pribadi Rasulullah, sebagai pedoman hidup.

Dalam kehidupan ini, terdapat tiga episode utama yang berlaku universal. Episode pertama adalah kelahiran. Episode kedua yaitu pernikahan. Dan episode ketiga adalah datangnya kematian. Seorang muslim yang berusaha mencapai visi rahmatan lil alamiin adalah seseorang yang berhasil menentukan misi yang tepat lalu melaksanakannya dengan kesungguhan pada ketiga episode kehidupan tersebut.

Visi dan Misi

Visi adalah segala sesuatu atau kondisi yang inin dicapai oleh seorang individu pada suatu periode dimasa yang akan datang. Visi seorang muslim tentu saja selamat di akhirat. Lalu dengan apa agar visi tersebut dapat dicapai? Tentu saja dengan memahami Al-Qur’an serta mengamalkannya dalam kehidupam sehari – hari.

Setiap muslim dituntut untuk bersungguh – sungguh dalam menjaga amanat dari Allah. Ia harus berusaha untuk menjadi manusia terbaik dengan kualitas iman dan taqwa. Selayaknya ia menebarkan kebaikan, menciptakan kedamaian, dan tidak menyebabkan kerusakan alam ataupun dekadensi moral yang senantiasa membawa bencana bagi umat manusia.

Setelah menentukan visi dari kehidupannya, seorang muslim dituntut untuk mampu menentukan dan menjalankan misinya.

Dari perintah Allah dalam Al Qur’an serta dipertegas oleh sunnah Rasulullah Saw, di antaranya terdapat tiga misi utama yang diamanahkan bagi seorang Muslim. Misi yang pertama adalah untuk belajar. Misi yang kedua adalah mengaplikasikan ilmu yang telah dimiliki. Misi yang terakhir adalah berjuang di jalan Allah (Jihad fii sabilillah).

Menuntut Ilmu
Allah Swt memerintahkan agar manusia senantiasa melakukan proses belajar. Dengan belajar seorang muslim akan memiliki ilmu sebagai modal paling berharga dalam menjalankan amal dan ibadah sesuai dengan perintah Allah.

Bagi seorang muslim, menuntut ilmu mencakup tentang ilmu diniyah serta ilmu – ilmu yang menyertainya (ilmu kauniyah). Ilmu diniyah, yaitu ilmu yang didapat hanya dengan mempelajari Al Qur’an sesuai apa yang telah diajarkan oleh Rasul dan para sahabatnya. Sedangkan kauniyah bersifat keduniawian yang sifatnya sebagai penunjang. Contohnya : ilmu fisika, matematika, ekonomi, dll.

Dengan memiliki ilmu, seseorang akan ditinggikan derajatnya oleh Allah. Dengan catatan ia harus mengamalkan ilmu yang dimilikinya untuk perbaikan dirinya serta memberi kebaikan pada umat muslim lainnya.

Mengaplikasikan Ilmu
Allah telah memerintahkan manusia untuk menuntut ilmu. Kemudian ilmu tersebut harus diaplikasikan dalam kehidupan sehari – hari. Dengan ilmu seseorang akan mampu hidup, bekerja, dan beraktifitas dengan baik dan terarah. Ilmu dapat digunakan untuk mencari nafkah, sebagai lading amal, dan bekal untuk di akhirat bila dapat mengamalkannya dengan baik serta menghindari hal – hal yang tidak diperbolehkan dalam Al Qur’an. Jangan gunakan ilmu untuk membuat kerusakan di bumi, yang akibatnya adalah penderitaan bagi masyarakat luas.

Jihad Fii Sabilillah
Berjuanglah agar tetap berada di jalan Allah dan bersungguh – sungguh di dalam melaksanakan perintah-Nya. Karena itulah yang dinamakan jihad.

Seorang pemimpin harus mampu menjadi pemimpin yang amanah. Ia harus mampu menjaga diri serta lingkungan sekitar, mengarahkan orang – orang yang dipimpinnya agar tidak melanggar perintah Allah. Membentuk diri serta lingkungannya agar mampu menjadi para pejuang di jalan Allah.

Semoga Allah Swt mampu membantu kita mencapai visi dan misi strategis sebagai seorang muslim. Mencapai derajat Rahmatan lil alamiin. Berjuang untuk Islam dan semata – mata karena Allah Swt demi keselamatan di akhirat kelak.

(Furqon edisi 24)

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More